Kekhawatiran Publik Akan Perkembangan Politik Hari Ini

politik hari ini

Saat ini berbagai pemberitaan dan isu mengenai politik hari ini sedang ramai menjadi konsumsi seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih lagi politik hari ini akan menjadi masa depan perjalanan politik bangsa Indonesia di masa depan kelak. Dari tahun 2018 hingga sekarang tepat beberapa bulan sebelum pesta demokrasi diselenggarakan, politik negara ini malah mengalami penurunan karena berbagai issu-issu yang tidak baik.

Banyak sekali pertikaian, perdebatan, dan perselisihan terjadi baik dikalangan para pejabat negara maupun rakyat Indonesia sendiri. Contohnya saja sebagai bentuk menurunkan kualitas politik hari ini ialah kebebasan berkumpul dan berserikat tidak lagi terjamin. Selain itu antar lawan politik saling mengintimidasi satu dan yang lainnya. Sampai juga dengan manajemen penyelenggaraan pemilu yang berantakan.

Bahkan sebagian masyarakat juga berpendapat bahwa harapan semua rakyat Indonesia untuk merasakan demokrasi yang berkualitas dan adil masih jauh dari harapan. Menurut data dari EIU (The Econimist Intelligence Indonesia berada pada peringkat 68 pada tahun 2018 lalu. Hal ini menggambarkan dengan jelas politik hari ini di Indonesia tidak lagi sehat, banyak hak demokratis masyarakat yang di ambil. Parahnya menurut data tersebut peringkat demokrasi negara kita lebih buruk dari Timor Leste yang menduduki peringkat ke 43.

Tidak banyak masyarakat dan pejabat pemerintah yang menyalahkan bahwa hal tersebut terjadi pada era pemerintahan saat ini. Mereka mengatakan bahwa negara ini terus mengalami kemunduran dari tahun ke tahun terlebih pada saat menjelang pesta demokrasi tahun 2019 ini. Akan tetapi kita juga tidak bisa menyalahkan secara penuh kepada mereka yang menjabat pemerintahan pada era ini.

Politik hari ini di Indonesia banyak menerima keluhan-keluhan dari rakyat. Belakangan rakyat mengeluhkan tentang persekusi yang diterima oleh para ulama-ulama Indonesia. Tidak hanya itu tidak sedikit juga mereka mengeluh tentang pembungkaman yang dilakukan terhadap tokoh-tokoh pemerintahan lainnya.

Seorang politisi mengatakan bahwa tidak hanya kebebasan sipil yang semakin menurun, manajemen pemilu yang berantakan juga menjadi masalah besar. Hal tersebut beliau terkait dengan buruknya pencatatan kependudukan yang berpengaruh pada Daftar Pemilih Tetap (DPT). Isu terkait mengenai buruknya pencatatan penduduk ialah ditemukannya praktik jual beli blangko E-KTP. Berita yang cukup panas belakangan yakni ditemukan ribuan KTP tercecer di wilayah Jakarta dan Bogor yang mana setelah diselidiki bahwa KTP tersebut belum masuk dalam DPT tahun. Kejadian-kejadian seperti itu tentu saja akan mengganggu kredibilitas pemilu 2019 mendatang.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top